![]() |
| Foto diambil dari Google |
Mika, film yang diadaptasi dari sebuah novel dengan predikat "Best
Seller", Waktu Aku Sama Mika, menceritakan tentang pemuda yang hidupnya
diselimuti dengan penyakit mematikan. Human Immunodeficiency Virus infection / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS).
Mika, yang diperankan oleh Vino G. Bastian, adalah seorang pemuda yang terjangkit virus HIV/AIDS. Dalam film tersebut, diceritakan Mika mengidap penyakitnya karena, dulunya, Mika sempat menjadi sahabat bubuk putih yang mampu memanipulasi akal pikiran. Narkoba. Setelah resmi menyandang predikat ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), akhirnya Mika memutuskan untuk tidak lagi mengenal narkoba. Insyaf. Meskipun dia mengidap penyakit yang hanya bisa diobati dengan kematian, Mika tetap optimis dalam menjalani hidup kesehariannya. Hidup Mika semakin cerah setelah bertemu seorang gadis remaja sebagai teman dalam hidupnya yang singkat. Indi.
Indi, yang diperankan oleh Velove Vexia, adalah seorang gadis yang periang, cantik. Namun, dia bernasib sedikit sama dengan Mika. Indi didiagnosa mengidap penyakit Scoliosis. Kelainan yang menyebabkan lekukan abnormal pada tulang belakang. Penderita Scoliosis memiliki tulang punggung berbentuk "S" atau "C". Oleh sebab itu, Indi selalu ditemani "Brace" yang menempel lekat pada bagian tubuhnya untuk menopang agar tetap tegak. Sangat tidak nyaman. Itulah yang dirasakan Indi karena terbatasi oleh gerak.
________________________________________________________________________________________________________________________
"Siapa bilang kamu cacat. Kamu tuh gak cacat. Kamu beda. Kamu spesial".
- Mika -
________________________________________________________________________________________________________________________
Mika selalu tersenyum, optimis, bahkan dia mencoba untuk terus
menghidupkan hidupnya dan hidup orang yang ada disekitarnya. Terutama
Indi. Mencoba tetap membangkitkan semangat Indi.
Dia berusaha mewarnai hidupnya meskipun dia merasa terasingkan. Bahkan
dia memakai sepatu dan sandal dengan warna yang berbeda. Hijau dan
Orange.
Secara psikologis warna hijau menyeimbangkan emosi
orang, menciptakan rasa tenang. Hijau dikaitkan dengan alam, kesehatan
dan penyembuhan, dan lingkungan, menciptakan rasa kasih sayang dan
pengasuhan bagi semua. Sedangkan warna orange mengisyaratkan kehangatan, membangkitkan semangat, melambangkan sosialisasi, ceria, penuh harapan dan percaya diri,
Dalam cerita film ini, di beberapa adegan, juga
menggambarkan bahwa penderita HIV/AIDS itu najis, mengerikan, dan
menjijikkan sehingga mereka harus dihindari. Bahkan sebagian menganggap
itu adalah kutukan Tuhan. Dalam adegan yang terdapat di film tersebut,
saat Mika periksa ke dokter karena giginya yang berdarah, sang dokter,
yang diperankan oleh Joko Anwar, langsung menolak ketika Mika mengaku
bahwa dirinya adalah ODHA. Padahal, dalam istilah kedokteran terdapat
yang namanya Kewaspadaan Universal (Universal Precaution). Yaitu panduan
mengenai pengendalian infeksi yang dikembangkan untuk
melindungi para pekerja di bidang kesehatan dan para pasiennya sehingga
dapat terhindar dari berbagai penyakit yang disebarkan melalui darah
dan cairan tubuh tertentu. Selain Mika, Indi juga mengalami hal yang
sama, dia dijauhi teman-teman sekolahnya karena dia berpacaran dengan
Mika.
________________________________________________________________________________________________________________________
"Hei cewek, yang mau sama Mika tuh cuma perek".
- Clifton -
________________________________________________________________________________________________________________________
Kutipan kata diatas mengisyaratkan kalo orang dengan
penyakit HIV/AIDS tidak pantas untuk mencintai dan dicintai. Film ini
memberikan gambaran atau nilai sosial dalam dua sisi. Pertama, secara
tidak langsung, menyampaikan bahwa narkoba adalah benda yang mengandung
efek berbahaya sekaligus mematikan. Salah satunya adalah HIV/AIDS.
Kedua, Film ini berusaha untuk menggambarkan fenomena sosial yang
terjadi saat ini bahwa tidak sedikit orang-orang yang mengucilkan,
bahkan mengasingkan mereka yang terjangkit dengan penyakit tersebut.
"ODHA sama sekali bukan orang-orang yang untuk dijauhi
& diasingkan. Mereka hanya sekumpulan manusia dengan keadaan
berbeda..MANUSIA".- Me -
NB: Poster is taken from Google
NB: Poster is taken from Google




0 komentar:
Posting Komentar