Hidup itu memang penuh lika-liku. Hidup tidak lah statis yang bertumpu pada satu titik dan menetap selamanya di titik tersebut. Apa yang kita jalani selalu berubah-ubah, dinamis. Terkadang senang, terkadang sedih, terkadang berlari dan terkadang pula ada saatnya kita harus berjalan. Tidak selamanya sama. Begitu pula dengan sifat manusia. Ada yang bersahabat dan ada pula yang suka usil. Apapun itu, yang terpenting sebenarnya adalah tidak melakukan sesuatu yang kita sendiri tidak suka jika ada orang lain melakukan hal tersebut kepada kita. Atau pun tidak menyuruh orang lain melakukan hal tersebut kepada yang lainnya. Itu yang dinamakan saling memahami dan saling menghargai.
Kita ilustrasikan atau analogikan saja sifat manusia terhadap sesuatu benda mati. Anggap saja benda itu hidup dan mampu berbicara selayaknya manusia. Pensil dan Kertas misalnya, atau biar lebih nyata kita ilustrasikan saja kepada suatu benda yang fungsinya sama terhadap dua benda tersebut, Cat Pilok dan Tembok.
Tembok : Hei, siapa kamu?
Cat Pilok : Saya pilok mas....
Tembok : Apa yang kamu lakukan disini?
Cat Pilok : Sedang buat tulisan gravity seperti yang biasa saya lakukan mas..
Tembok : Kenapa kamu lakukan itu?
Cat Pilok : Lho, ini kan emang sudah jadi kebiasaan saya. Hobi saya sejak saya
diciptakan mas. Semua juga pada tau kok..
Tembok : Iya, saya juga tau kalo kerjaan kamu corat-coret. Itu kan sifat buruk kamu
yang selalu mengotori tempat (bidang) yang bersih..
Cat Pilok : Kok mas ngomongnya gitu sih. Jaga omongannya dong mas.
Tembok : Lah emang kenyataannya begitu kan.
Cat Pilok : Ya tapi setidaknya jaga perasaan dong mas, jangan ngomong gitu juga
kali mas. Saya kan bisa tersinggung juga. Terkadang kan yang jadi hobi
dianggap itu sebuah kejelekan terhadap yang lainnya.
Tembok : Halah, apa pun itu lah. Mau hobi kamu kek, mau orang lain itu bilang seni kek
atau apalah itu. Tapi kamu itu sudah mengotori badan saya dengan coretan-
coretan kamu itu. Liat nih badan saya jadi kotor gak karuan.
Mikir gak sih...!!!
Mikir gak sih...!!!
Cat Pilok : Maaf deh mas, abis mau gambar gravity dimana lagi dong?
Tembok : Ya urusan elu lah itu. Cari aja dah tembok lain sono buat corat-coret.
Bodoh amet dah mau coret-coret apaan di tembok lain yang penting
jangan di tubuh gue...!!
Menurut kalian siapa yang salah? kalo menurut gue, salah satu dari mereka tidak ada yang benar alias keduanya salah.
Kesalahan dari sosok Cat Pilok yaitu tidak menghargai keberadaan Tembok yang ingin selalu terlihat bersih dan rapi. Dia lebih mementingkan hobinya menggambar seni tulisan gravity tanpa memperdulikan perasaan si Tembok. Coba bayangkan jika Cat Pilok menanyakan kesediaan Tembok untuk dicoret-coret, jika Tembok bersedia, maka urusannya akan jadi berbeda. Jika Tembok bersedia untuk dihiasi dengan tulisan gravity, maka itu bisa jadi akan saling menguntungkan kedua belah pihak. Cat Pilok bisa menyalurkan hobinya dan Tembok dapat hiasan gravity gratis. Setiap individu dari Tembok kan berbeda. Ada yang suka dengan tulisan gravity yeng menempel di tubuhnya dan ada pula yang lebih suka terlihat bersih dan rapi.
Sedangkan, kesalahan Tembok terletak pada tidak kepedulian terhadap sesama Tembok lainnya. Dia tidak peduli apa yang akan dilakukan Cat Pilok terhadap Tembok lainnya selama itu tidak dilakukan pada dirinya. Tembok juga lebih mementingkan perasaannya sendiri dan tidak memikirkan perasaan Tembok lain. Dia tidak memberi saran kepada Cat Pilok untuk mencari tembok yang bersedia dihiasi dengan tulisan gravity, tapi dia hanya menyuruh Cat Pilok mencari Tembok lainya untuk dicoret-coret. Secara tidak langsung, Tembok menyuruh Cat Pilok melakukan sesuatu hal yang dia sendiri tidak suka apabila Cat Pilok melakukan hal tersebut terhadap dirinya.
Jikalau dalam hidup ini seseorang tidak hanya mementingkan dirinya sendiri pasti akan lebih harmonis jadinya. Tidak ada korupsi, tidak ada saling membantai satu sama lainnya. Coba saja setiap orang berfikir terlebih dahulu sebelum mereka melakukan sesuatu, pasti lebih nyaman. Intinya, kita harus lebih saling menghargai atau memahami perasaan dan keberadaan satu sama lain.
Ttd,
M Ulum Pandawa
NB: Gambar diambil dari Google


0 komentar:
Posting Komentar