![]() |
Entah sadar atau pun tidak, terkadang manusia melakukan tindakan kekeran kepada beberapa binatang untuk kepentingan mereka sendiri. Tanpa mereka berfikir apakah hal seperti itu layak untuk dilakukan atau pun tidak, yang ada dipikiran mereka hanyalah seberapa besar pendapatan yang bisa didapat dengan memanfaatkan hewan sebagai alat penghasil uang. Diantaranya, Topeng Monyet, Pertunjukan Dolphin, dan sirkus yang menggunakan beberapa hewan untuk dijadikan partner mereka.
Bodohnya, tidak sedikit manusia yang ikut menikmati pertunjukan tersebut tanpa mereka berfikir apakah hewan-hewan yang dijadika pertunjukkan tersebut merasa tersiksa atau tidak. Mungkin bagi beberapa orang yang tidak mengetahui bagaimana para pawang-pawang melatih hewan yang akan dijadikan pertunjukkan, mungkin juga mereka tidak pernah berfikir "mengapa hewan-hewan itu menuruti semua instruksi dari instruktur?". Jangan dikira bahwa hewan-hewan tersebut mengikuti instruksi karena menggunakan feeling "Animal Instinct" mereka. Nope, they are actually not. But, they've been tortured in the first.
Yup, jika para hewan itu tidak menurut, maka mereka akan disiksa. Mereka mempunyai banyak cara untuk menyiksa hewan-hewan sirkus antara lain dengan memukuli hewan-hewan tersebut, tidak memberinya makan, atau dikurung dalam kandang atau kolam yang sempit (untuk dolphin). Seorang mantan pelatih lumba-lumba bernama Ric O’Barry, yang sangat lama
melatih mamalia laut ini di acara televisi berjudul Flipper, kini telah
menjadi seorang aktivis yang sangat vokal dan menentang pelatihan
lumba-lumba di dalam kurungan. Ric mencatat bahwa echolocation
itulah penderitaan utama dari hewan-hewan ini, dan ia percaya bahwa
keberadaan dinding solid di sekitar mereka menumpulkan gelombang dan
sensorik lumba-lumba, dan hal ini adalah merupakan sebuah bentuk
kekejaman terhadap hewan.
Whatch This...!!!
Tidak hanya manusia yang merasa resah atau pun jenuh jika ditempatkan dalam tempat yang sempit, hewan pun begitu, mereka yang terbiasa hidup di alam bebas dan di samudera yang luas dan tiba-tiba direlokasikan ke tempat yang terbatasi dengan tembok-tembok yang mengekang mereka. Tidak hanya manusia yang membutuhkan kebebesan, berkoar-koar supaya diberikan kebebasan untuk hidup layak dan memilih kehidupan yang diinginkan. Hewan juga butuh kebebasan, hidup bersama ekosistem mereka di alam luas.
Jikalau si dolphin mampu untuk berbicara, dengan mengharapkan belas kasihan manusia si dolphin akan mengatakan:
"Please, bring me back home to the ocean"
dan hewan-hewan sirkus lainnya akan serempak bersorak:
"Please, bring me to the wildlife, our ecosystem are there.
Here (circus) is not ours but yours (human)"
Bahkan setelah mengetahui apa yang dilakukan para pelatih sirkus terhadap hewan-hewan yang dijadikan partner mereka, hati kecilku bertanya:
"Do the people stop acting like a human or they are just the true dangerous animals?"
NB: Foto diambil dari sini
Video diambil dari youtube



0 komentar:
Posting Komentar