Taukah kamu ketika manusia berubah menjadi baik, seperti halnya malam yang berputar kembali pagi.
Sadarkah kamu disaat manusia bermetamorfosis menjadi jahat, layaknya awan cerah berubah awan mendung seketika.
Siang, malam, cerah ataupun mendung Tuhanlah yang mengatur. Aku merenung, terdiam di balik kesendirianku dan
sejenak terlintas sebuah pertanyaan dalam pikiranku
"apakah Tuhan menjadikan manusia baik dan buruk, yang kemudian memutar balikkan sesuka-Nya?".
Jika demikian, hamba manakah yang di lindungi-Nya dan apa rencana Dia di balik fenomena ini.
Apakah Dia tidak menginginkan indahnya surga di huni dan di kelilingi ciptaan-Nya,
dan menjadikan neraka tempat terakhir berkumpulnya manusia.
Bertanya, bertanya dan ku terus bertanya, tapi tak satupun bisa menjelaskan.
Haruskah aku pergi menuju langit ke tujuh kemudian mengetuk pintu surga dan bertanya "Wahai Tuhanku, ada apa di balik rencana-Mu?".
Mustahil, semua itu mustahil rasanya bagiku karena aku hanyalah manusia lemah yang tak sanggup mengetuk pintu surga dan bertanya kepada-Nya.
Aku bukanlah seorang Nabi yang bisa menemui Tuhan sebelum waktu itu tiba. Lalu kepada siapa ku harus bertanya.


0 komentar:
Posting Komentar