Sebelumnya, sekedar info, aku adalah mahasiswa lulusan Hubungan Internasional. Ilmu yang selalu berkutik dengan masalah-masalah politik dalam negeri dan juga hubungan antar negara, ya seharusnya itulah aku dengan latar belakang seperti itu. Tapi entah kenapa, menurutku, aku sangat berbeda. Entah bermula dari mana dan entah gara-gara siapa?, tiba-tiba aku tergila-gila dengan dunia Fotografi, Jurnalistik, dan Multimedia.Bidang fotografi lebih mendominasi otak saya. Keindahan, keunikan, dan makna yang tergandung dalam sebuah foto mampu mencuci otak saya untuk jatuh cinta padanya dan sangat begitu mengagumi. Bukan dipaksa untuk suka, tapi aku yang terhipnotis. Mungkin ini adalah panggilan jiwa, atau mungkin rencana Tuhan yang perlahan menuntunku menuju jati diri yang selama ini sukar ku tentukan. Terlebih lagi saat aku dipertemukan dengan mahasiswi UMY jurusan komunikasi (Broadcasting). Hesti namanya. Saat itu aku dan dia masih terjebak semester lima. Sejak saat itu aku menjadi pecandu berat. Pecandu seni fotografi.
Selang beberapa bulan kemudian, kembali Tuhan mempertemukan aku dengan seorang teman, mahasiswa UII saat aku dan teman-temanku berkumpul dipelataran kampus menikmati malam bersanding dengan secangkir kopi. Di situ ada seseorang yang tak ku kenal, wajah baru. Setelah lama kita bercanda, bertukar cerita, dan wawasan, baru aku tahu kalau dia adalah mahasiswa jurusan komunikasi (Jurnalistik). Iman, begitulah anak-anak menyapanya. Iman Ramadhan nama lenkapnya. Dia adalah seorang wartawan lepas yang sering mengirim tulisannya pada surat-surat kabar di Jogja. Dan aku mulai tertarik dengan dunia jurnalistik.
Mulai saat itu aku sering berkumpul dengan mereka yang notabene anak-anak komunikasi UII dari anak broadcasting sampai yang jurnalistik. Oh iya, komunikasi UII pada saat itu tidak ada konsentrasi untuk Advertising, sedangkan ilmu Jurnalistik tidak ada di UMY. Saling melengkapi, bukan? seharusnya begitu. Aku punya banyak teman anak komunikasi di UMY dan begitu juga di UII. Namun, keakraban yang aku dapat justru dari mereka yang bertempat tinggal di sekitar Kaliurang. Seiring berjalannya waktu, aku mendapatkan lebih banyak teman yang tergolong masing-masing mempunyai potensi yang berbeda-beda namun tetap sama, paing tidak keahlian dasar yang mereka kuasai. Fotografi, Jurnalistik, dan Broadcasting. Semua mempunyai ikatan satu sama lain.
Harnono Taufik, mahasiswa senior yang juga kerab ikut berkumpul. Aktif, semangat, dan berwatak sutradara (anak komunikasi pasti tahu seperti apa watak sutradara) hehehe. Salah satu film yang disutradarai mas Harnono, Seterang Bulan, pernah mendapat apresiasi pengadeganan dan permainan lighting terbaik (itu salah satunya yang aku tau, selebihnya aku lupa judul filmnya :p). Aku juga pernah terlibat pembuatan film yang disutradarai oleh mas Harnono. Judul filmnya "Naif". Mengisahkan perjalanan seorang pemuda Ibu kota yang sedang berlibur ke Jogja. Adventure.
Oh iya, saat pembuatan film pendek tersebut, aku dan teman-temanku (Farlos, Firas, dan Katak) sudah mendirikan sebuah Production House yang dengan sepakat kami berinama Max.Cool.In Production (gak pake telor lagi ya sekarang). Nanti aku ceritain dilain kesempatan perjalanan kita berempat. see you :)
NB: Makasih untuk yang motret gue ya, farlos apa firas sih, lupa gue..haha..
foto diambil di studio mini Max.Cool.In Production



2 komentar:
Mantappp bang ulum !!!
Bwahahahaha...Thanks mar brooo :)
Posting Komentar