![]() |
| Kiri ke Kanan: Potter, Pandawa, Farlos |
Sebelum aku bercerita tentang keterlibatanku sebagai fotografer di Max.Cool.In Production House (sekarang sudah ganti nama jadi "GiftProduction") seperti yang saya utarakan di tulisan sebelumnya, saya akan mulai bercerita di mana aku, farlos, dan potter (kembali) berkumpul setelah sekian lamanya kita berpisah waktu dan jarak. Kita sudah sekian lama berpisah, kurang lebih lima tahun lamanya. Lebih tepat nya adalah terpisah. Terpisah oleh waktu. Terakhir kali kita hidup bersama adalah di mana saat kita menimbah seutas ilmu dalam satu naungan. Di bawah atap Pondok Modern Darussalam Gontor. Lebih akrabnya dikenal dengan sebutan Gontor meskipun nama aslinya adalah Darussalam (Kampung Damai). Pondok yang kita tempati mempunyai beberapa cabang di berbagai daerah. Jawatimur, Sulawesi, dan Sumatra. Setiap cabang mempunyai nama yang berbeda. Namun tetap disebut dan dikenal sebagai Gontor. Berpusat di Ponorogo. Dan kami awal dipertemukan di Ponorogo dibawah naungan pondok suci.
Kami lulus dari pondok dengan waktu yang berbeda karna kami berada di tingkat yang berbeda. Aku pertama lulus, lalu Farlos, dan kemudian disusul oleh Potter. Dari kita bertiga memang si Potter yang paling muda, manja, dan sedikit gila (meskipun kita bertiga sama-sama gila) hehe. Sebenarnya, menurut kami, kami bukanlah orang yang gila, akan tetapi sedikit....FREAK dan....bisa dibilang agak gila. Agak. Bukan gila beneran. Yang terpenting, jika kita bertiga sudah berkumpul bersama, sudah bisa dipastikan itu akan menjadi WE-A-EM-OI-OI (hanya orang tertentu yang tau artinya). Oh iya, ada teman kita satu lagi dan yang satu ini bener-bener gila. Cebong panggilannya (aku lupa nama aslinya saat menulis kisah ini) hahaha. Dia tinggal di Ibu Kota. Ku ceritakan nanti kisah kita bersama si Cebong saat kami sampai di Ibu Kota.
Setelah semuanya dari kita menyeleseikan studi di pondok, kami lalu meneruskan belajar di kota Yogyakarta. Kota penuh seni dan budaya. Kami tidak berangkat bareng tentunya karena akulah yang pertama dari mereka (berasa tua). Walaupun begitu, kami tidak sering bertemu. Aku di UMY yang terletak di Bantul dengan suhu udara yang lengket dan panas. Sangat membosankan. Sedangkan mereka di UII yang terletak di Kaliurang. Sejuk dan bersahabat. Dari kami bertiga, hanya aku yang terjebak dalam lingkaran ilmu Hubungan Internasional dan mereka berdua tidak. Mereka adalah mahasiswa komunikasi UII. Broadcasting.
Pada suatu ketika, tiba-tiba aku merasa ingin sekali hunting foto. Aku kemudian menghubungi Farlos via sms untuk mengajak hunting foto di gunung merapi dan mereka (Farlos dan Potter) juga berencana untuk mengunjungi lokasi New Selo (antara merbabu dan merapi). Kebetulan kataku. Esok hari nya aku lekas bergegas menyiapkan apa yang perlu di bawa. Setelah kupikir-pikir, aku hanya perlu membawa uang karna kami memang tak ada niatan untuk mendaki ke puncak merbabu. Dan berawal dari situlah kita dapat (kembali) berkumpul.
Esoknya, di pagi hari aku bergegas mengendarai motor baruku menuju Kaliurang. Sesampainya disana, aku menunggu sekitar di depan apotek tak jauh dari kos Farlos. Aku belum tahu jelas letak kos nya karena dia baru saja pindah dari tempat kos yang lama. Cukup lama aku menunggu. Satu setengah jam. Kemudian dia menghampiriku dengan memakai kaos dan boxer dengan wajah kusut dan rambut acak-acakan. Ternyata dia baru saja terbangun dari tidurnya. Assssuuuuuu, pantes saja ditelp tak diangkat. Sms pun tak dibalasnya. Satu setengah jam lamanya aku menunggu dan tampak seperti kambing ditinggal induknya. Saat dia menghampiriku hanya memasang senyum dan berkata,
"Sorry pek, ane ketiduran. Baru bangun nih".
"Kampret, lama banget gue nungguin ente". timpaku
dan kemudian kita tertawa. Tak ada yang lucu tapi kita bisa tertawa. Hmm, mungkin itu salah satu sebabnya kita dianggap sedikit agak gila. Hanya sedikit agak gila. Tak lama kemudian Potter menghampiri kami setelah sekitar sepuluh menit kami menunggu di kos-kosan. Dan kemudian kita berangkat menuju tempat tujuan.
Sesampainya di sana, kami berfoto-foto setelah melewati jalanan yang lumayan terjal. Naik, turun, dan berkelok-kelok. Kami bercanda-canda melepaskan penat dan menikmati indahnya gunung merapi dan pemandangan sekitar yang terlihat mengesankan dari atas bukit. Tempat terakhir yang kami singgahi adalah New Selo dan kami mengabadikan foto kita dengan ekspresi-ekspresi yang lagi lagi...sedikit agak freak. Namanya juga anak-anak Teater. Pantomim pula. Harap dimaklumi keberadaanya.Yang sangat disayangkan adalah tidak adanya foto-foto pemandangan yang bisa diabadikan dengan kamera dikarenakan kabut yang tebal menyelimuti seluruh area merapai dan merbabu. Jadinya ya foto narsis kita-kita saja. hehe.
Bersambung dulu yak, capek nulis dan mikir kata-katanye........
NB: Foto-foto diatas diambil di daerah sekitar New Selo
Adel (pacarnya Potter) yang mengabadikan foto kita
karena kita memang sekalian mendampingi Potter jenguk
pacarnya yang sedang KKN di daerah situ juga..
ternyata Potter ngajak kita jalan-jalan kesana itu ada maksud
dan tujuannya.




2 komentar:
Waaah ternyata alumni juga. sama dong hehehe. salam kenal ya
Yaaa, gitu deh..salam kenal juga :)
Posting Komentar